Mengenal Kehidupan Suku Asmat, "Kanibal" dari Papua Barat

Admin Sistem | 78


MENDENGAR nama Suku Asmat di Papua Barat pasti membuat Anda takut, karena suku ini terkenal sebagai suku kanibal di Indonesia.

Ya, Suku Asmat dulunya terkenal sebagai suku yang memenggal kepala orang sebagai salah satu ritual adat mereka. Ditambah, mereka merupakan suku kanibal yang menjadi kolaborasi menyeramkam kala penjajahan Belanda.

Ritual ini diyakini oleh mereka karena kematian terjadi melalui sihir dan pembunuhan. Mereka membunuh musuh dengan begitu jiwa saat sudah mati bisa meninggalkan pulau dan dengan kematian hidup bisa dimulai kembali.

Selama proses upacara, anak laki-laki dari Suku Asmat, memegang penggalan kepala yang ditaruh di selangkangan dengan memasukan tenggorakan dimasukan ke penis. Setelah itu, laki-laki sudah siap menjadi seorang pria dewasa.

Semua kerajinan tangan di Asmat berasal dari kematian untuk mengungatkan mengenai perjanjian untuk membunuh. Setiap objek, setiap drum, gayung, mangkok, bambu semua yang dibuat Asmat dinamakan unyuk orang yang baru saja meninggal, untuk membiarkan jiwa tinggal di desa hingga balas dendam sudah tuntas.

Tetapi sebagaimana dikutip dari Cultural Survivor, kala pemerintahan Indonesia tengah gencar merebutkan kekuasaan di Irian Jaya , mereka menghancurkan rumah dan hasil peninggalam suku Asmat.

Secara official, guru yang ada di sana mengenalkan Suku Asmat sebagai bintang daripada mengajafkan mereka untuk menjadi manusia. Semua budaya suku Asmat yang dulu sudah digantikan dengan pendatang baru dan kerajinan tangan mereka menjadi sumber budaya yang indah kini.